Nama Domain untuk Kampanye Parpol

KOMPAS Cetak menurunkan liputan seputar situs-situs partai politik peserta Pemilu. Di era web 2.0, pemanfaatan media maya memang tidak bisa dipandang sebelah mata. “Kisah sukses” Obama menggalang dukungan lewat jejaring internetnya jadi bukti yang kerap dikutip berbagai media.

Itu di Amerika, negara dengan fasilitas internet yang tentunya lebih maju daripada Indonesia. Tapi siapa nyana, melengkapi sukses Obama juga ternyata ada kisah gaptek-nya McCain dan “kegagalan” timnya dalam ber-web2.0 ria.

Apakah ada kekuatan politik di Indonesia yang akan mengulang kisah sukses serupa? Siapakah “Obama” dan siapa pula “McCain”-nya? Jawabannya akan terlihat dalam rentang 9 hingga 14 bulan mendatang. Ketika masa kampanye pemilu, pileg dan pilpres digelar dalam tajuk pesta demokrasi 5 tahunan.

Nah, liputan KOMPAS seperti tertaut di atas itu menyorot betul tentang masih minimnya kualitas situs parpol di Indonesia. Tapi tulisan ini tidak juga berniat mengulas secara wah tentang tema serupa. Ini sekedar celetukan akan perlunya alternatif penyegaran dalam mengenalkan diri (baca: parpol) ke khalayak luas. Lebih tepatnya, khalayak pemakai internet yang diprediksi sudah berjumlah 25.000.000 (25 juta) orang di tahun 2007 kemarin.

Setiap yang segar, segar, dan segar hampir pasti lebih memiliki daya terobos yang dahsyat. Karena relatif tidak terbebani pencitraan masa lalu. Malah sebaliknya, bebas dan bergairah dalam mengungkapkan cita dan citra baru. Termasuk pula penyegaran dalam pengelolaan nama domain website parpol. Sebab bisa jadi “selama ini” situs resmi sering dipakai sekedar profil atau publikasi acara rutinan, itu-itu saja.

Atau malah lebih parah, jarang, jarang, dan jarang di-update secara berjangka. Yang terakhir ini, bisa ikut menurunkan citra parpol: sebagai tak optimal mengelola situsnya sendiri. Dan pada gilirannya dalam lingkup tertentu, sang parpol bisa dipandang gagal dalam mengkomunikasikan atau mengenalkan dirinya kepada khalayak.

Nah, salah satu cara untuk “keluar” dari “kebekuan” situs parpol semacam yang terakhir tadi ialah dengan membuat website, situs, laman baru. Ya, baru, baru, dan baru. Hanya kali ini, fokusnya lebih jelas, yaitu untuk KAMPANYE PEMILU 2009. Otomatis, nama domainnya pun harus memiliki “keunikan” tersendiri. Supaya nuansa segarnya menjadi terasa.

Salah satu alternatifnya ialah dengan mengkreasikan nama domain. Misalnya dengan menambahkan angka tahun 2009. Misal: Golkar2009, PDIP2009, PKS2009, dst. Ini untuk menguatkan kesan rentang waktu dan fokus utama: PEMILU 2009.

Tapi lebih enak lagi kalau nama domain juga dimanfaatkan sebagai sosialisasi nomor urut parpol. Jadi misalnya: GOLKAR23, PDIP28, PKS8, dst. Dan di sanalah, di website baru itu, parpol leluasa untuk menyuguhkan kesegaran-kesegaran dan penyegaran-penyegaran baru bagi masyarakat maya.

Isinya tentulah harus mewadahi hal-hal seperti interaktivitas, partisipasi komunitas, dan kebaruan. Sekedar contoh, isi/konten dapat berupa:

  1. Pemuatan utuh dan lengkap daftar calon legislatif / calon anggota dewan yang diusung
  2. Galeri foto kepartaian baik dari kesekretariatan partai atau kader dan simpatisan
  3. Rekaman video aktivitas kampanye dialogis / kampanye tertutup parpol
  4. Pusat agregasi dari blog/situs resmi atau layanan social networking. Baik yang dikelola oleh lembaga resmi parpol, atau juga oleh para simpatisan dan kader
  5. Forum tukar pendapat yang membedah visi, misi, konsep, program parpol, dlsb
  6. Pusat download/pengunduhan seluruh materi kampanye

Yang paling menarik sepertinya poin 1. Di mana “masyarakat luas” dapat ikut meranking, memberi peringkat dan penilaian tentang caleg yang diusung parpol. Paling tidak, sekedar memberi komentar.

Begitulah, sekedar usul sederhana. Apalagi setelah dicek, kecuali pks8.com, pan9.com, pdk20.com, dan ppp24.com, semua kombinasi parpol lain dan nomor urutnya masing-masing masih tersedia dalam .com

Dengan begitu, nama domain jadi jauh lebih singkat (4, 5 sampai 8 “huruf”) sekaligus unik. Mudah diingat, dan siapa tahu, jadi makin menarik.


  1. 1 Angka Dalam Nama Domain « Namain’s Weblog

    […] 43, ya, berarti folders. Kecuali kalau konteksnya tidak membutuhkan pemaknaan jamak-tunggal, mis: nomor urut parpol Pemilu […]




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: