8 Langkah Membuat Website Sekolah; Murah dan Mudah

Website sekolah?

Pertanyaannya bukan lagi: “apa manfaatnya website sekolah?” kan?

- – -

FYI, kriteria yang diacu dalam entri ini mengutip pada Lomba Website Sekolah Depdiknas 2007 seperti tertulis di bawah (dari blog mtamim, setelah ditelusur di situs Depdiknas sudah “tidak ada!” mungkin sudah dihapus). Atau yang terkini, terbaru, dan mutakhir, silakan simak standar web sekolah dalam lomba yang diselenggarakan oleh SEAMOLEC.

KRITERIA WEBSITE
Secara umum website sekolah menampilkan tingkat kepedulian sekolah dalam memanfaatkan teknologi informasi, multimedia, sebagai sarana pembelajaran di sekolah.

Penilaian website sekolah meliputi:
1.Desain, mencakup: Layout dan tipografi warna;
2.Struktur dan interface navigation;
3.Data dan Informasi Sekolah, terdiri atas:

a.Profil Sekolah
b.Visi dan Misi Sekolah
c.Agenda Kegiatan Sekolah
d.Berita Seputar Sekolah
e.Isi yang berkaitan dengan materi pembelajaran mata pelajaran
f.Kelengkapan data (database)

Domain Website sekolah sudah terdaftar di Depkominfo ( domain sudah menggunakan sch.id )
5.Ditampilkan dalam 2 dua bahasa (Bilingual: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris);
6.Dicantumkan jejaring luar (external link) dengan website yang berhubungan dengan pendidikan

Nah, imho, berikut 8 langkah itu:

1. Daftarkan nama domain di register.net.id

Selalu gunakan angka sesuai nama sekolah dan daerah. Baik itu untuk SD/MI, SMP/MTs, atau SMA/MA. Misal: SMAN 1 Raharja. Raharja ialah nama kecamatan atau kota. Maka: sman1raharja.sch.id

Kecuali memang ada nama unik dan dikenal luas yang terlanjur dinisbahkan kepada nama sekolah. Misal: SMAN 1 Gitu Lho, maka domain name-nya: sman1gitulho.sch.id (tidak dianjurkan!!! he.. he..)

Sedapat mungkin hindari pemakaian hyphen (tanda sambung). Hanya akan “mengacaukan” memori orang ketika mengingat nama domain itu. Eh, lagipula, kan biasanya sudah ada angka penunjuk nama sekolah. Anggap saja angka itu cukup untuk “memisahkan” dua kata yang berbeda: sman dan bla bla bla.

FYI, .sch.id seharga Rp 50.000,00 untuk 1 tahun. *Pulsa buat berapa hari tuh? he.. he..*

2. Pilih IIX, hosting lokal Indonesia

Karena target pengunjung terbesar yang disasar ialah netdom (netter domestik), ya server lokal jadi pilihan wajar. Pilih-pilih yang teliti sebelum membeli. Selain yang terlihat mahal, masih ada juga yang
menawarkan biaya sewa hosting murah per tahunnya. Silakan periksa tulisan terkait webhosting Indonesia.

Sebagai tahap awal, kapasitas 100 MB rasanya cukup. Dengan bandwidth ‘lebar pita’ yang tak perlu terlalu besar. Karena bisa jadi, kapasitas dan bandwidth yang kelewat besar, akan lumayan lama untuk “menghabiskan”nya. Lagipula, layanan yang baik biasanya menyediakan fasilitas upgrade yang ramah pelanggan. Jadi, kalau nanti dirasa butuh lebih, tinggal naikkan saja ke paket hosting yang lebih tinggi.

3. WordPress adalah solusi

Sebenarnya bukan semata WordPress, tapi CMS. Misalnya: Joomla, dan Zikula (ex. PostNuke). Catatan kecilnya: WordPress ini luarbiasa mendapat apresiasi dari banyak sekali pengguna internet. Tak sedikit “situs-situs raksasa” memanfaatkan WordPress sebagai CMS-nya.

Instalasinya mudah; antarmukanya simple, sederhana sekaligus ciamik; hebat dalam urusan optimasi SEO. Ekstrimnya, bisa membuat situs paling “buruk” pun menjadi terlihat lumayan “baik” (tapi situs sekolah tak dimaksudkan untuk menjadi situs terburuk kan?).

Jadi, unduh WordPress segera.

4. Pilih-pilih Themes

Themes atau kulit luar jelaslah penting. Karena mata manusia tergolong makhluk yang gandrung dimanja. Di WordPress, dengan gairah komunitasnya yang terhitung luar biasa, themes-themes ini melimpah demikian banyaknya. Tinggal pilih saja.

Mau yang sederhana dan elegan, atau warna-warni dan terang benderang. Tinggal pilih saja. Mau yang dua kolom, tiga kolom, empat kolom, atau multi kolom dan multi layout. Tinggal pilih saja. Syaratnya, lihat-lihat dulu lisensi pembuat themes-nya. Apakah boleh digunakan tanpa mencantumkan link (GPL) atau harus tetap mencantumkan link (biasanya Creative Commons). cmiiw.

Setelah dipilih dan dipasang ‘diinstall’, jangan lupa diutak-atik. Agar ada perbedaan dengan yang aslinya. Agar nuansa “skul gue banget”-nya lebih terasa. Bisa dengan mengganti pewarnaan huruf, border, dan background. Atau besar dan jenis font yang dipakai. Atau paling tidak, sekedar mengganti header.

Jadi, pilih dan unduh WordPress themes segera. Atau cari dengan kata kunci yang disuka.

5. Pilih-pilih plugins

WordPress secara default “asli dari sononya” mungkin saja belum memenuhi fungsionalitas website yang diinginkan. Nah, seperti CMS lain, WordPress juga dapat dipasangi oleh plugins lain sesuai kebutuhan. Gratisan? Pastinya! Tinggal pilih-pilih dengan kata kunci yang sesuai. Beberapa plugins penting: Contact FormWP-Polls (untuk Polling), Multi-lingual (untuk pilihan bahasa), dan Gallery (untuk pengaturan foto).

Atau lihat juga daftar WordPress plugins yang tersedia.

6. Isi, isi, dan isi

Content is king. Kontenlah yang penting. Panduannya, sesuaikan saja dengan kriteria web sekolah di atas (“standar” Depdiknas atau SEAMOLEC).

7. Promosi, promosi, dan promosi

Website/situs sekolah sudah jadi? Hebat, tapi jangan biarkan tertutup oleh “debu” dotcom yang makin banyak bertebaran. Semaksimal mungkin promosikanlah baik itu di setiap upacara bendera, rapat guru, rapat ekskul, pengumuman sebelum shalat Jum’at, dlsb. Termasuk juga di forum alumni (milist dlsb). Dan tentu saja, ditulis di papan nama sekolah di depan gerbang.

Promosikan juga di milist-milist pendidikan, forum online terkait, website direktori, social bookmarking. Dan tentu saja, di situsnya JARDIKNAS (hubungi Jardiknas di helpdesk[at]jardiknas.org).

8. Evaluasi, evaluasi, dan… donasi :-)

Ikut sertakan ke dalam berbagai kompetisi atau sayembara website yang diselenggarakan lembaga terkait. Selain memacu agar terus menjadi lebih baik. Atau kalau dari atas belum ada perhatian memadai, bisa juga adakan kompetisi atas inisiatif sendiri, dengan menggalang sekolah-sekolah lain di wilayah yang sama. Dan tentunya harus ada sponsor utama :-).

Sekedar persandingan, silakan sambangi dua website pemenang lomba tahun 2007. Berikut kutipan beritanya:

Dari 17 sekolah tersebut terpilih 17 nominasi yang masuk memenuhi syarat. Kemudian yang memenangkan lomba adalah SMKN 2 Yogyakarta sebagai juara pertama, SMA Plus Bina Bangsa Sejahtera Bogor meraih juara dua, kemudian SMKN 41 Jakarta mesti puas diposisi ketiga. (15 Agustus 2007, Depkominfo.go.id)

Kalau berhasil eksis (ya, semoga), jangan sepelekan kepedulian alumni yang mungkin sudah bertebaran di berbagai pelosok dunia. Pasang sejak awal ruang kontak untuk menyampaikan donasi. Baik itu rekening bank, ataupun akun PayPal.

- * * -

Nah, itulah sekilas 8 Langkah Murah dan Mudah untuk Membuat Website Sekolah. Semoga bermanfaat. cmiiw.

About these ads

  1. salam kenal mau tau Kolaka bisa jalan jalan di weblog saya.

  2. fabio

    wah.. ini masih perlu keluar uang juga brur..
    kalo mau 100% gratis daftar aja ke freewebs.com
    gampang banget…

  3. tutorial yag bermanfaat.

  4. jadi kepengen nyoba nich…

    thanks ya infonya

  5. belum dapat tempat daftarnya. gemana ya ?

  6. Mr.13uluX

    Wah, jadi pengen bkin website sekolah q nih




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: